Saturday, June 26, 2010

Error System Inside

Saya baru selesai shalat magrib dan sayup-sayup terdengar suara takbir dari masjid dikejauhan. Saya mengerjap-ngerjap, seperti baru bangun tidur. Hei?? Apa ga salah denger nih? Saya hampir terlonjak kegirangan karena entah bagaimana otak saya mengartikan merdunya takbir ini adalah pertanda masuknya hari Ied Adha. Mungkin karena saya sedang ingin sepiring sate kambing hangat, entahlah.

Untungnya kegembiraan salah alamat ini tidak berlangsung lama, seakan tersadar dari kesurupan, saya baru bisa menggunakan logika sehat bahwa tidak mungkin hari ini Ied Adha. Sambil meruntuk karena "tidak jadi" merayakan Ied Adha, saya keluar rumah dan melihat hitam langit di atas sana. Sial, dimana gerhananya?

***

Bukan pertama kalinya otak saya error me-load sinyal atau informasi. Saya sering terlonjak gembira selama satu detik tapi kemudian terdiam kesal. Tiba-tiba saya sering merasa esok adalah hari sabtu -hari yang saya nantikan- atau merasa nanti siang akan pergi menonton film di bioskop (padahal saya baru saja membatalkan janji menonton karena harus ujian). Dan setelah itu saya akan kehilangan mood secara temporer. Entahlah..

Thursday, June 24, 2010

I'm a Lawyer.

I'm a lawyer and I'm not kidding you.
Tidak ada dalam riwayat kalau saya pernah bercita-cita menjadi pengacara dan pernah belajar hukum, kuliahpun jurusan Ekonomi. So?

Saya pengacara, pengangguran banyak acara. Hampir setiap hari ada ajakan untuk pergi, bahasa gaulnya hangout dengan teman-teman. Bersyukur sih ada yang menyelamatkan saya dari kebosanan karena libur (sangat) panjang ini, tapi gaji dari orangtuapun ikut libur. Percayalah, saya hampir mati kaku di rumah demi menunggu Semester I tiba.

Jangan tanya apa yang saya lakukan di rumah. Saya hanya tidur, main, nonton dan dua minggu sekali les conversation di EF, kontras dengan kegiatan saya beberapa bulan yang lalu. Pulang bimbel jam 10 malam dan langsung disambung dengan belajar (lagi) sampai shubuh menjemput. Nonstopable study, yes I was. Dan semua itu terbayar dengan libur selama 3 bulan! Benar-benar setimpal. Dramatis, fantastis, bombastis!

Telah mengantongi sebuah kartu kuning bertuliskan identitas saya sebagai mahasiswa Unpad, huh!! Bangganya hati ini teringat usaha maha dasyat saya beberapa bulan lalu. Dan kartu ini satu-satunya pelipur lara ditengah liburan panjang ini. What a HOLIDAY!! Rasakanlah hawa pengangguran yang berbau bangkai ini di rumah saya.

Dampak libur panjang

Kemarin saya membaca buku-buku Ekonomi sebagai perkenalan agar terbiasa dengan istilah-istilah asing ini di kelas nanti. Saya mencoba membuat summary, point-point agar mudah diingat. Susah payah saya mengumpulkan alat tulis yang tercecer yang ternyata semua tinggal bangkai, rusak dan macet semua. Saya keluar membeli sebuah dan mulai menulis summary. Tangan sulit menulis tapi otak hampir meledak saking banyaknya ide yang tak sabar ingin keluar. Mereka tidak sinkron, mereka payah, batinku. Tapi sedetik kemudian saya sadar ini dampak tidak menulis selama sebulan lebih dan kontan meminta maaf kepada si tangan dan si otak karena telah berburuk sangka.

Finally..

Open the Word Mobile and mumbling there. What a HOLIDAY..