Saturday, February 19, 2011

Karena Ia Sayang Padaku

Ia memberikan sakit agar semakin banyak orang yang memperhatikan dan mendorongku melaju lebih cepat daripada orang lain, dan agar aku kuat merasakan sakit-sakit lain yang entah kapan akan menjangkitiku. Itu tandanya Dia sayang padaku.

Ia memberikanku masalah yang tidak pernah habis agar aku belajar memecahkannya dengan sabar dan bijaksana. Saat aku mampu menyelesaikan satu masalah, Dia akan memberikan masalah lain yang lebih rumit hingga tanpa disadari, aku tumbuh menjadi seorang yang matang, yang siap menghadapi zaman. Lagi-lagi Dia sayang padaku.

Seseorang menegurku dikala salahpun karena Ia sayang padaku. Buktinya, aku akan menjadi pribadi yang lebih baik dikemudian hari.

Saat aku kehilangan sesuatu atau seseorang yang kucintaipun tak lain adalah kehendak baik-Nya, agar aku selalu menyadari bahwa yang menurutku baik belum tentu yang terbaik bagi-Nya. Ia berusaha "mencubit"ku saat aku mulai mencintai makhluknya melebihi cintaku pada-Nya. Ia cemburu, Ia tidak ingin aku berpaling.

Ia mengirimkan seseorang untuk menghinaku agar kepalaku yang mulai mendongak karena kebanggaan duniawi ini kembali dan akan terus tertunduk. Ia tidak ingin aku menjadi hamba yang sombong dan tidak pandai bersyukur.

Ia mengirimkan badai dan kesulitan-kesulitan agar aku terus menyapanya dalam do'a. Ia membentukku dengan tangan-Nya, atau melalui tangan oranglain. Namun Ia tidak jahat, Ia tidak buta. Saat aku berhasil melewati setiap tahap pendewasaan Ia akan memberikanku hadiah, dan saat itulah Ia mengujiku kembali, apakah aku tetap mengingat-Nya atau menjadi seperti anak kecil yang sibuk dengan cokelat pemberian ayahnya.

Sakit, masalah, teguran, kehilangan, penghinaan, dan kesulitan-kesulitan lain adalah bibit kebahagiaan kita dikemudian hari. Dia-lah yang menanamkannya disini, dalam diri kita. Jika pupuk yang ingin kita berikan, maka responlah tantangan dan kesulitan itu dengan POSITIVE dan IKHLAS agar kita dapat menikmati hasil baiknya dikemudian hari.

"Terima kasih, Ya Allah. Hidupku lengkap bertemankan masalah, itu tandanya Kau menghendaki kebaikan dihari dewasaku..."